Ahlan wa Sahlan

31 08 2008

Assalamu’alaikum

Halaman kami persembahkan kepada antum yang sedang atau berencana untuk ikhtiar memasarkan jilbab dan pakaian muslim.  Langkah ini sebenarnya masih merupakan awal kami untuk tidak menyia-nyiakan anugerah waktu, dan membantu dalam mencari ma’isyah keluarga.  Selain jilbab itu sendiri merupakan “hidayah“ ketika kita mulai mengenakan, “hukumnya wajib bukan sunnah apalagi mubah” untuk dikenakan, dan “hijab” dari maksiat mata, hati dan tindakan juga merupakan identitas bagi kita, para akhwat – bahwa kita adalah muslimah yang hanya berserah kepada Allah, bukan yang lain.  Bukan juga objek industri, godaan hedonistik yang mengundang para wanita cantik untuk sedikit demi sedikit menanggalkan penutup tubuhnya.  Bismillah, bukankah nantinya di akhirat kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang mempunyai persamaan.  Meskipun kadang kita memulai dengan belum berjilbab sesuai syari’ah, tapi dengan niatan yang bersih untuk mendekatkan pada muslimah yang kaffah akan membuat hidup kita lebih barokah. Amin

Ikhwan dan akhwat selain dapat berkontribusi dalam tijaroh dapat pula memberikan kritik, masukan, tulisan, posting atau apapun dalam menebar syi’ar dan da’wah.  Ballighuu annii walau aayah adalah niatan kami…  Semoga pada manfaat yang paling dasar yaitu “silaturahim”  dapat diwakili dalam media ini.

Semoga barokah setiap detik dan tarikan nafas kita. Amiien

Wassalamualaikum.

 

 

 

 

Pengelola : RIna





CIA Dalang Utama Penculikan Imam Mesir

5 06 2009

MILAN – kabar ini dihembuskan oleh Pejabat Dinas Intelijen Italia. Pada Rabu (25/5) dia mulai ‘bernyanyi’ atas persekongkolan dengan rekannya dari AS pada 2003. Dia diduga terlibat atas penculikan imam Mesir dari jalanan Milan.

Jadi aksi penculikan ini merupakan bagian dari program “rahasia” CIA. Tersangka “teror” dipindahkan dari luar proses peradilan ke negara ketiga. Dari situlah terkuak praktik penyiksaan tersebut.

Sebelumnya Mantan kepala intelijen militer Italia, Nicolo Pollari, dipaksa untuk mengundurkan diri atas kejadian tersebut. Pollari berada di antara tujuh terdakwa Italia yang ada dalam persidangan. Dua diantaranya didakwa karena membantu penculikan.

Tokh, Pollari menyangkal tuduhan tersebut. “Saya benar-benar tidak terlibat, tetapi untuk mempertahankan diri sebagai warga negara mengharuskan saya merujuk ke isi dokumen yang terlarang oleh undang-undang, saya tidak bisa.”

Beberapa terdakwa, termasuk Pollari dan mantan deputi Marco Mancini, Rabu mendapat surat dari Perdana Menteri Silvio Berlusconi. Perdana Menteri mengingatkan mereka untuk tidak mengungkapkan rahasia negara.

Hanya Pollari dan pengacaranya yang menyuarakan ketidaksenangan dengan pesan tersebut. Pollari merasa memiliki hak untuk membela diri. Pollari mengatakan bahwa beberapa dokumen dapat membuktikan bahwa dia benar-benar tidak terlibat dalam kasus tersebut.

Tetapi dokumen tersebut dirahasiakan.

Pemerintah Italia menolak ekstradisi atas 26 terdakwa AS dalam kasus tersebut. Diantaranya, 25 agen CIA dan seorang kolonel angkatan udara Amerika Serikat, yang tidak hadir dalam persidangan.

Osama Hassan Nashr, imam yang lebih dikenal sebagai Abu Omar, diculik dari jalanan di Milan pada 17 Februari 2003.

Abu Omar dipindah ke sebuah penjara keamanan tingkat tinggi di luar Kairo. di situ dia ditahan selama empat tahun. Setelah dibebaskan pada Februari 2007, ia buka mulut tentang penghinaan plus penyiksaan selama penahanan.

Penculikannya itu diperkirakan merupakan salah satu dari banyak penculikan rahasia di seluruh dunia sejak serangan 11 September, 2001.

Masalah tersebut dihadirkan ke depan Mahkamah Konstitusi Italia. Negara yang terkenal dengan makanan lezat Pizza itu sepakat bahwa bagian dari penyelidikan tersebut telah melanggar ketentuan rahasia Negara. Tetapi berkelit bahwa penuntutan harus berdasarkan bukti yang benar.

Penculik Imam tersebut diduga bocor, dari ponsel. Sehingga penyelidik di
Milan mencurigai bahwa AS telah menjelaskan tujuan mereka dengan para pejabat intelijen Italia.

Minggu lalu hakim Oscar Magi memutuskan bahwa Perdana Menteri Silvio Berlusconi dan pendahulunya Romano Prodi tidak perlu untuk bersaksi dalam persidangan.

“Kesaksian mereka akan tak berguna,” katanya.

Atau karena harus berkompromi terhadap rahasia negara.

Penculikan terjadi selama paruh kedua kekuasan Berlusconi sebagai perdana menteri, dari 2001 sampai 2006. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah diberi tahu tentang operasi tersebut.

Pemerintahan berikutnya, Prodi mengikuti kebijakan Berlusconi menolak untuk mencari ekstradisi terhadap terdakwa asal Amerika dalam kasus ini.
Hal ini memperkeruh hubungan bilateral kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Abu Omar, kini berusia 47 tahun, berkata bahwa dia sedang berjalan ke masjid di Milan saat dia diculik. Ia diperkirakan telah dibawa ke pangkalan udara AS di Aviano, sebelah timur laut Italia. Kemudian diterbangkan ke Kairo dari pangkalan AS di Jerman.

Setelah di Kairo, Abu Omar berkata dia ditahan di sebuah fasilitas rahasia di mana ia diikat dan disiksa dengan sengatan listrik.

Jaksa penuntut menduga bahwa Omar pernah berjuang di Afghanistan dan terlibat dalam perekrutan pejuang untuk pergi ke Irak. Abu Omar menyangkal tuduhan tersebut melalui pengacara.

Bertindak atas pesanan AS, layanan intelijen asing sedang menangkap, dan menahan serta menginterogasi tersangka “terorisme” yang ditemukan di luar Irak dan Afghanistan.

Mengutip seorang mantan pejabat pemerintah AS yang tidak mau disebutkan namanya, berkata kepada surat kabar New York Times, hanya tersangka tingkat tertinggi yang merupakan pengecualian.

Pendekatan yang sekarang memang berbeda. Setidaknya dimulai dalam dua tahun terakhir dari pemerintahan mantan Presiden George W. Bush, telah mendapat momentum di bawah Obama, surat kabar tersebut melaporkan.

Hal ini didorong oleh kekuasaan pengadilan dan perubahan kebijakan yang menutup penjara rahasia yang dijalankan CIA. Tapi hal ini tidak menghentikan transfer tahanan dari luar Irak dan Afghanistan ke penjara militer AS.

Advokasi Hak asasi manusia mengatakan bahwa mengandalkan pihak asing dan pemerintah untuk terus menginterogasi tersangka bisa membawa risiko yang signifikan. Menurut laporan, karena nasib banyak para tersangka “terorisme” yang dikirim Bush ke luar negeri masih belum jelas.

Pengamat juga mempertanyakan keakuratan atau kebenaran di belakang petunjuk mereka. (iw/meo/ap) Sumber Sabili
http://sabili.co.id/index.php/200905301798/Islami/Wah-CIA-Dalang-Utama-Penculikan-Imam-Mesir.htm





MOSSAD DALANG TEROR 11/9

12 03 2009

NEW YORK — Keterlibatan Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) dalam serangan 11 September 2001, yang meruntuhkan menara kembar World Trade Center di Kota New York, Amerika Serikat, kian nyata. Insiden itu  menewaskan sedikitnya 2.970 orang. Menurut sebuah artikel yang dilansir mingguan The American Free Press barubaru ini, sepupu pembajak pesawat dalam serangan 11 September 2001, Ziad al-Jarrah, merupakan agen Mossad. Surat kabar The New York Times pun menyebutkan sepupu Ziad, Ali al-Jarrah, yang berkebangsaan Libanon, telah bekerja untuk Mossad selama dua dekade. Ali mengakui tugasnya adalah memata-matai kelompok-kelompok pejuang Palestina dan Hizbullah di Libanon sejak 1983. “Salah satu sepupu Ziad, Ali al-Jarrah, merupakan satu dari 19 pembajak yang melakukan serangan 11 September 2001,” tulis koran itu.

Read the rest of this entry »





Palestine don’t be sad………… ……… …. … لا تحزن يا اعظم شعب يا فلسطين

24 01 2009





Ada yang Bilang Kemenangan Obama = Kemenangan Yahudi

24 01 2009

Bagi Yahudi Amerika, kemenangan Barack Obama menjadi lambang kemenangan mereka. Para Yahudi AS itu mengatakan, perjalanan hidup seorang Obama yang berasal dari keturunan imigran kulit hitam hingga berhasil mencapai kursi kepresidenan AS, mirip dengan perjuangan kaum Yahudi yang datang ke AS sebagai imigran yang mencari kehidupan yang lebih baik setelah mereka selalu menjadi kaum terusir di berbagai penjuru dunia.
Salah seorang tokoh Yahudi AS yang beranggapan seperti itu antara lain David Axelrod penasehat senior Gedung Putih dan kepala strategi kampanye Obama, yang selalu berusaha menutup-tutupi latar belakang ke-Yahudi-annya. Dalam sebuah pesta untuk Obama yang didanai sejumlah organisasi Yahudi di AS, Axelrod mengatakan, prestasi Obama merupakan satu lagi langkah maju kaum Yahudi dalam perjalanan Amerika Raya, yang sebelumnya telah dilakukan ayah dan kakek neneknya ketika mengungsi dari Bessarabia ke AS.

Read the rest of this entry »





Faraidh, ilmu waris dan perhitungan warisan tidak lagi membingungkan

24 01 2009

Ilmu faroidh tidak lagi menjadi sesuatu yang membingungkan.
Software ini akan menghitung bagian yang didapatkan oleh masing-masing ahli waris.
Kita hanya tinggal memasukkan daftar ahli waris yang ada, selanjutnya biar software ini yang menghitung sendiri.Download dari http://rosyidi.com/




Obama dan Yahudi….

23 01 2009
Barrack Obama membawa kalungan bunga dalam Hall of Remembrance, Yad Vashem Holocaust Memorial di Jerusalem, pada hari Rabu, 23 Julai 2008.
1. Obama memakai Yarmulke, lebai orang Yahudi.
2. hanya orang Yahudi saja dibenarkan mendampingi Master Jew.
3. Obama sedang melakukan ritual Yahudi pada dinding Monument Jew (Perbuatan ini dilakukan oleh orang Yahudi untuk menyampaikan mesej rahasia sesama orang Yahudi saja).
Read the rest of this entry »




Pelecehan Terhadap Tahanan Muslimah Palestina

16 01 2009

September 26, 2007 — Abdullah Hadrami

 

   

 

Pasukan penjajah Zionis Israel telah menculik lebih dari sepuluh ribu wanita Palestina sejak tahun 1967, di antaranya sebanyak 700 wanita diculik selama intifadhah al Aqsha yang meletus September 2000 lalu. Saat ini masih ada 110 wanita Palestina yang mendekam di dalam penjara-penjara Zionis Israel.

Data ini terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan seorang peneliti mantan korban penculikan militer Israel, Abdul Nasher Auni Farwana, yang juga menjabat sebagai direktur bidang data departemen urusan tahanan Palestina. Setelah melakukan kajian menyeluruh terhadap situasi dan kondisi para tahanan wanita Palestina yang mendekam di dalam penjara-penjara Zionis Israel.

Farwana menjelaskan, mayoritas besar tahanan wanita Palestina dijebloskan ke dalam penjara Israel Telmond. Sebanyak 5 tahanan berusia kurang dari 18 tahun. Di antara tahanan ada yang sedang hamil dan sejumlah lainnya adalah para ibu yang meninggalkan anak-anak mereka tanpa ada yang menggantikan kedudukannya. Read the rest of this entry »





Song For Gaza, We Will Not Go Down – Michael Heart

15 01 2009

The lyrics

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight





Luka Kaum Wanita Palestina

14 01 2009

Pendudukan Israel di sepanjang jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina, membuat kehidupan wanita Palestina sangat menderita. Amnesty International, dalam laporan terbarunya tentang kondisi kaum wanita Palestina menyebutkan, keberadaan pos-pos tentara Israel, penghancuran rumah dan hukuman penjara telah menimbulkan dampak yang buruk bagi kaum wanita di Palestina. Read the rest of this entry »





Kebijakan Baru Israel Telanjangi Wanita Palestina Yang Ingin Menjenguk Keluarganya

14 01 2009

ImageAlislamu.com – Beberapa sumber di Palestina menyatakan, Israel kini menerapkan kebijakan baru. Setiap kali ada seorang wanita Palestina yang ingin menjenguk suaminya atau keluarganya di penjara, maka ia harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu dengan melepas pakaian mereka.

Salah satu sumber berita Palestina memberitakan, pada hari Selasa sore (15/7), tentara Israel menangkap tiga wanita Palestina yang ingin menjenguk suaminya di penjara lantaran menolak untuk menjalani pemeriksaan dengan melepas pakaian mereka. Mereka sempat ditahan selama tujuh jam.

Agen berita resmi di Palestina, Wafa, memberitakan, seorang istri pilot Syalabi Abdul Fattah mengaku telah dianiaya oleh tentara Israel saat ia ingin menjenguk suaminya yang di jatuhi hukuman 20 tahun penjara. Ia mengaku, tentara Israel memaksanya telanjang saat ingin menjalani pemeriksaan.

Di penjara Israel terdapat 12 ribu tahanan dari warga Palestina, mereka dibagi menjadi 11 penjara di Israel. Ratusan dari mereka dilarang untuk dijenguk oleh keluarganya. (alm/fani-alislamu.com)